Senin, 04 Januari 2016

HOLLYWOOD MOVIE REBOOT

Tahun 2015 kemaren ada beberapa film dari franchise jadul yang dihidupkan kembali oleh Hollywood. Mulai dari Jurassic World, Terminator Genisys, sampai yang terakhir Star Wars: The Force Awakens. Ada juga Mad Max: Fury Road, tapi levelnya mungkin belum sampe pop culture macam 3 yang saya sebutkan sebelumnya. Walau dari segi kualitas, Mad Max: Fury Road ini justru sangat over the top yang saking bagusnya, bahkan diisukan bisa masuk nominasi Oscar 2016. Tapi yang saya bahas di sini yang populer saja di ranah pop culture.  


Dari semua sekuel franchise-franchise tersebut, cuma Terminator Genisys yang menurut saya eksekusinya gagal. Emilia Clarke lebih kuat perannya sebagai ibu para Naga Daenerys Targaryen dalam serial Game of Throne daripada imagenya dalam memerankan Sarah Connor yang baru. Ditambah lagi filmnya kurang nikmat ditonton, terlalu berisik dan penuh aksi-aksi yang berusaha tampil keren tapi sayangnya tak berisi. Satu lagi, jaket hitam mungkin membuat seseorang terlihat keren tapi pada akhirnya tetap tindakanlah yang menentukan apakah suatu karakter keren atau tidak. 


Sementara Jurassic World sukses membuat para fansnya bernostalgia meski secara cerita tidak ada yang baru. Tapi secara keseluruhan rata-rata penonton menyukai penampilan Chris Pratt & Bryce Dallas Howard yang tampil adorable dalam film tersebut. Yang pasti Chris Pratt sukses menambah banyak fans wanita berkat perannya sebagai Owen Grady, The Raptor Whisperer dalam Jurassic World :D


Terakhir dan yang terbaru adalah Star Wars The Force Awakens. Jujur, awalnya saya tidak terlalu antusias dengan SW: TFA ini. Dulu nonton filmnya (episode 1-3) biasa saja, cenderung bosan malah iya. Sedangkan episode 4-6 saya tonton di televisi yang diselingi iklan dan nontonnya juga tidak fokus dan loncat-loncat. Jadi saat sekuel terbarunya The Force Awakens tayang dibioskop, saya biasa saja. Malah awalnya saya lebih niat nonton Ip Man 3, cuma karena kehabisan tiket untuk Ip Man 3, akhirnya saya pun  menggantinya dengan Star Wars.

Kesan saya setelah selesai: Saya Suka dan sepertinya saya akan menjadi fans dari serial epic opera luar angkasa ini. Secara cerita dan plot sebenarnya Star Wars biasa saja, sama seperti Jurassic World yang lebih cenderung sebagai tribut atau pembangkit nostalgia dari masa kejayaan filmnya namun kali ini SW terasa enak ditonton karena sangat menghibur. Menghibur bagi saya adalah karakter-karakter jagoan yang menyenangkan, plot cerita yang enak diikuti, dialog-dialog yang mengundang senyum dan adegan-adegan yang akan selalu diingat. Menurut saya Star Wars The Force Awakens, tak hanya sukses membawa nostalgia bagi fans lamanya namun juga juga sukses menambah fans baru. 

Berkat Star Wars: TFA sekarang saya jadi tertarik melihat beberapa adegan dari film-film prekuelnya. Dan saya sekarang paham mengapa banyak sekali orang yang menjadi warga dari fandom Star Wars. Bahkan sekarang saya pun jadi kepengin membeli mainan light saber kalau saja tidak ingat umur :D

Review "suka-suka" Star Wars: The Force Awakens
Balik ke soal cerita. Star Wars: The Force Awakens mengambil kepingan-kepingan unsur cerita dari A New Hope & The Empire Strikes Back (film SW yang katanya paling bagus). Ceritanya masih nggak jauh-jauh dari drama keluarga Skywalker. Boleh dibilang keluarga Skywalker ini sepertinya punya masalah mental semua, terutama dari keturunan laki-laki. Duh.

Pertama Kylo Ren sang antagonis yang terobsesi sama kakeknya sendiri. Kalau orang mengidolakan pahlawan, Kylo Ren malah mengidolakan Darth Vader, sampai helmnya saja masih disimpan. Tapi Kylo Ren belum punya aura seram dan menakutkan macam Vader sih. Untuk pemeran Kylo Ren, Ada Driver meski dari segi akting nggak jelek, tapi harus saya akui tampang Adam terlalu culun untuk memerankan Kylo Ren. Jangan salah, saya tidak bilang Adam Driver jelek, Adam cukup cakep kok tapi tampang Adam itu lebih condong ke nerds bukan tipe tampang pangeran. Tampang pangeran kayak gimana? Tampang pangeran tuh sekali lihat berasa tampannya, misal pemeran Anakin Skywalker muda, Hayden Christensen yang menurut saya punya tampang-tampang ningrat ala prince.



Mungkin lebih cocok kalau Oscar Isaac (pemeran Poe Dameron) yang menjadi Kylo Ren, walau tampangnya juga agak ketuaan untuk Kylo Ren, tapi semakin tua umur seorang pria, biasanya makin berkharisma. Eniwei, Oscar Isaac akan kembali main di film Blockbuster X-Men Apocalypse, walau saya rasa orang mungkin tidak akan terlalu sadar atau mengenali, mengingat sebagai antagonis Apocalypse, Oscar Isaac akan tertutup make-up tebal.

Kedua, Luke Skywalker. Luke ini demen bikin orang lain cemas karena menghilang lama tanpa kabar sama sekali. Mungkin nanti di sekuelnya bakal ketahuan alasan mengapa Luke sampai melakukan hal itu? Tapi tetap saja kalau dipikir sekarang, cerita Luke yang menghilang tanpa kabar ini terasa lucu :D

Saya tidak akan ikut menambahkan pertanyaan lain seperti siapa Rey? Banyak yang bilang, kemungkinan besar Rey itu putrinya Luke Skywalker. Tapi untuk saya pribadi, saya lebih kepada pilihan kalau Rey itu lebih berhubungan dengan Obi Wan Kenobi. 

Selain itu, cast para pemain muda Star Wars boleh dibilang bukan aktor atau aktris terkenal, walau juga bukan aktor baru belajar akting, namun sebelum ini siapa yang familiar dengan nama Daisy Ridley, John Boyega dan Adam Driver. Untuk saya pribadi, keputusan tepat bagi Disney untuk menggunakan aktor-aktor kurang populer dalam sekuel Star Wars. Karena akan lebih mudah dalam membentuk image mereka nantinya, mengingat Star Wars itu sangat iconic dan sudah pasti tokoh yang mereka perankan akan menjadi iconic pula. Selain itu ketiga aktor yang saya sebutkan juga belum ada image dari karakter iconic yang pernah mereka perankan sebelumnya.


Bayangkan kalau Daisy Ridley diperankan oleh aktris yang sudah melekat peran iconic sebelumnya seperti Shailene Woodley dengan Tris-Divergent, Jennifer Lawrence dengan Katnissnya, Emma Watson dengan Hermione-nya, dll.

Saya sudahi dulu, mungkin selanjutnya saya ingin menuliskan 10 film favorit saya pada tahun 2015.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar